Get Adobe Flash player

Kemuliaan Allah

 

Jika kita memikirkan misi, sering kita mengaitkan misi dengan kasih Allah yang begitu besar, sehingga dia mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan dunia itu. Ini sangat benar dan betul, tetapi kita sering kurang memperhatikan kemuliaan Allah. Kemuliaan merujuk pada sifat dasar-Nya yaitu harga, keindahan, dan nilai penting-Nya. Mari kita menyelidiki apa Alkitab katakan tentang kemuliaan Allah:


Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud

Menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan

Memuliakan nama-Mu (Mazmur 86:8).


Kemuliaan Allah mengalir dalam dua arah. Arah yang pertama dari kemuliaan-Nya adalah terhadap dunia ini. Dia menunjukkan kemuliaan-Nya kepada seluruh umat manusia di seluruh penjuru dunia. Dia menyatakan siapa diri-Nya dan apa yang telah Dia perbuat untuk mengadakan arah aliran yang kedua – yaitu bahwa umat manusia memberi Dia kemuliaan dalam penyembahan yang penuh kasih.

Mazmur 96 menjelaskan aspek ini kepada kita, yaitu kemuliaan yang mengalir dari Tuhan dan kepada Tuhan. Di ayat 2 dan 3, Allah memerintahkan agar manusia menyatakan kemuliaan-Nya kepada bangsa-bangsa.


“…. Kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari

ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa

dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa”


Betapa indahnya gambaran akan penyampaian Kabar Baik ke seluruh dunia. Tetapi, Pemazmur terus menyampaikan tujuan bagi penginjilan dunia, dengan menggambarkan aspek kedua dari kemuliaan Tuhan: tanggapan akan kemuliaan Tuhan dari bangsa-bangsa kepada Tuhan terdapat dalam ayat 7 sampai 9:


“Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah

Kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada Tuhan kemuliaan

namaNya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataranNya!

Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan,

gemetarlah di hadapanNya hai sengenap bumi.!”


Hati misi terletak pada kedua arah kemuliaan Allah ini: Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepada segala suku bangsa agar mendapat kemuliaan dari seluruh bangsa.

Mazmur 86:9 mengarisbawahi pikiran di atas:


Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di

Hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.


Dari ayat Firman Tuhan ini kita bisa melihat bahwa Tuhan mencitakan segala suku bangsa untuk memuliakan nama-Nya. Bilamana kita memandang negara Indonesia saja, kita menemukan begitu banyak suku, suka bangsa, adat-istiadat dan bahasa, dan banyak di antara mereka belum mengenal Tuhan, apalagi menyembah nama-Nya.

Kebanyakan mereka tidak memperdulikan Pencipta-Nya. Tuhan sangat sedih melihat keadaan ini, karena Ia menciptakan manusia dalam pelbagai suku bangsa, supaya manusia menyembah-Nya dalam bahasa dan kebudayaan masing-masing. Manusia hanya bisa hidup bahagia jika ia memuliakan Tuhan, sang Penciptanya. Allah sangat sedih jika manusia mengabaikan-Nya. Itu sebabnya tugas kita adalah menceritakan kasih dan kemuliaan Allah kepada semua agar mereka diikut sertakan dalam menyembah Allah kita.

Mazmur 66:8 melanjutkan pikiran ini:


Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa,

dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya.


Tuhan tidak puas, jika hanya satu golongan saja yang memuliakan Dia dan berseru kepada-Nya. Dia ingin supaya semua suku bangsa dan ras ikut menyembah dia, termasuk semua suku bangsa di Indonesia (tanpa perkecualian). Mari kita melaksanakan tugas kita agar kerinduan Tuhan tercapai dan kemuliaan-Nya dikenal dari ujung ke ujung Indonesia dan bumi.